Api dan Asap
Suatu ketika ada kapal tenggelam akibat diterjang badai. Tak ada penumpangnya yang tersisa. Kecuali, satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum seutuhnya berpihak kepada pria itu. Dia terdampar ke sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Sendiri. Tanpa bekal makanan. Orang itu berdoa kepada RabbNya minta diselamatkan. Usai berdoa, ia pandangi penjuru cakrawala. Berharap ada kapal datang. Tapi, tak ada tanda-tanda ada kapal yang di harapkan tiba. Ia berdoa lagi lebih khusyuk. Kemudian, menatap jauh kelaut lepas. Tidak ada kapal datang. Sekali lagi pria itu berdoa, tapi tak ada juga kapal yang diharapkan. Ya, pulau tempatnya terdampar telalu terpencil. Hampir tidak ada kapal lewat didekatnya. Akhirnya, pria itu tidak berdoa lagi. Ia telah lelah berharap. Lalu, ia menghangatkan badan. Di kumpulkannya pelepah nyiur untuk membuat perapian. Setelah tubuhnya terasa nyaman, pria utu membuat rumah-rumahan sekedar tempat melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan...