Postingan

IBU DAN UANG KEMBALIAN

Setiap detik pergerakan alam semesta terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Setiap detik, menit dan jam perjalanan hidup anak manusia dan makhluk ciptaan Allah lainnya di dunia ini mengandung makna kehidupan. Semuanya mengandung pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Seperti yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, kejadian-kejadian yang mungkin bisa kita ambil hikmahnya bila kita renungkan. Sore itu, seperti biasa… sebelum pulang ke rumah dari kantor, kusempatkan mampir ke minimarket untuk membeli beberapa barang yang dipesan istri. Suasana minimarket agak sepi, hanya ada ibu yang menggendong anaknya dan 2 muda-mudi yang belanja makanan ringan. Setelah selesai mengambil barang yang dibutuhkan, ku melangkah menuju kasir untuk membayar. Kulihat ada sedikit keributan kecil antara kasir dan ibu yang menggendong anak. “Kembaliannya mana mb?” ibu itu bertanya. “maaf bu, uang kecilnya lagi habis. Disumbangkan saja yah bu?” kasir muda itu menjawab. “enak aja disumbangin! biar kat...

SPT-an Kantor Dulu dan Kini

Rutinitas tahunan di kantorku adalah hajatan SPT Tahunan baik orang pribadi maupun badan dimulai dari Bulan Januari sampai batas akhir tanggal 30 April. Tahun ini adalah hajatan SPT pertamaku di KPP 526. Adalah hal yang wajar bila pelaksanaannya berbeda dengan kantor terdahulu KPP 727. Perbedaan ini tentunya terjadi karena adanya wilayah kerja dengan geografis yang berbeda, sistem pendukung seperti jaringan internet dan pengetahuan serta kemampuan mengoperasikan teknologi dari SDM tiap wajib pajak (WP) di wilayah yang berbeda. Perbedaan antara kantor sekarang dengan kantor terdahulu antara lain: 1. Wilayah kerja secara geografis Jika di 526, wilayah kerja hanya meliputi 1 kota sehingga jarak antara tempat tinggal/usaha WP ke KPP dapat dijangkau dengan mudah. Sebaliknya di 727, wilayah kerja meliputi 4 Kabupaten dan 1 ibukota provinsi ditambah lagi dengan realita kantor 727 tidak berada di wilayah kerja. Sehingga jarak tempuh ke KPP/KP2KP ditempuh susah payah bagi WP yang tempat tinggal...

Program Pengungkapan Sukarela (PPS)

  A wal tahun ini kembali DJP punya gawean besar. Bukan hanya hajatan rutin tahunan seperti tahun sebelumnya yaitu SPT Tahunan 2021, untuk tahun ini ada tambahan baru yang digadang-gadang sebagai kelanjutan dari program Tax Amnesty (TA) atau program Pengampunan Pajak tahun 2016-2017 lalu. Sebagaimana disebutkan dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), nama resmi program amnesti pajak jilid II ini adalah  Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Sebagaimana tercantum pada BAB V atau Pasal 5 s.d. 12 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Program ini dimulai tanggal 1 Januari 2022 dan berakhir pada 30 Juni 2022. Seperti program-program sebelumnya, diawal tahun PPS di sosialisasikan melalui sosialisasi tatap muka, melalui media elektronik, email langsung ke Wajib Pajak (WP) atau melalui media sosial yang sedang marak sekarang ini. Semua bergerak dari atas sampai ke bawah agar program ini berhasil seperti program TA sebelumnya. Demiki...

Ayah - Star Five

  Terbayang lagi kini... Saat ayah tercinta Melepas kepergianku Walau ada gundah terhias di wajahmu Namun senyummu tetap tabah Di saat aku jauh... Ketulusan cintamu terpatri di sanubari Doa keikhlasan mengalir tuk hidupku Membuat langkahku pun tertuju Ayah... Kini ku bersimpuh di pusaramu Maafkan anakmu tak sempat bahagiakanmu Ayah... Di saat segalanya tlah ku rengkuh... Engkau telah pergi tuk selamanya.. Ref: Ya Robbi, ku mohon padaMu Ampunilah segala dosanya Ya Robbi ku pinta padaMu Jadikanlah ia ahli syurgaMu Izinkan nanti, kami berkumpul kembali Bahagia bersamanya di syurgaMu Izinkan nanti kami berkumpul kembali Bahagia bersamanya di surgaMu.. ................................................................................ Innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun. Hari ini tepat 7 tahun, bapak menghadap kembali ke-Rabb Sang Pemilik jiwa-jiwa yang ada di dunia ini. Aku hanya bisa m enghaturkan do'a terbaik buatmu bapak semoga Allah Subhanahu Wata'ala mengampuni segala dosa...

Gerbong Mutasi Kembali Berjalan

Jum'at, 1 Oktober 2021. Sore itu langit cerah, ku rapikan berkas di meja dan mematikan komputer. Waktunya untuk pulang ke rumah. Masih banyak rekan-rekan kerjaku yang masih betah di depan komputer atau sekedar berbincang. Di kantorku sudah menjadi hal biasa pulang kerja sampai malam karena kebanyakan dari pegawai masih single dan sebagian lagi bujang lokal istilah untuk para pegawai LDR. Ku sapa rekan-rekanku sebelum keluar dari kantor. Sampai di rumah, protokol kesehatan tetap kuterapkan selama pandemi ini. Pakaian langsung ke mesin cuci dan langsung membersihkan badan, karena sebentar lagi Maghrib tiba. Aktivitas rutin seperti biasa Sholat, makan bareng, dan menemani anak belajar.  Setelah Sholat Isya, ku buka Hpku yang sepulang kerja tidak kusentuh dan melihat WA. Banyak sekali pesan masuk di grup kantor. Isinya sama ucapan selamat atas mutasi beberapa pegawai, dan lebih mengejutkan lagi ada namaku tertulis disana. Segera ku cari file pengumuman mutasi tersebut. Kulihat istriku ...

Kembali Lagi

Bismillahirrahmanirrahiim Pagi yang cerah... Embun pagi menetes di antara lembar-lembar daun yang menantang sang surya untuk bangkit dari peraduannya untuk beraktivitas kembali menyirami dunia dengan sinarnya. Sebiru langit yang terang benderang.. Sebiru hati ini menatap hari dengan penuh keceriaan.. Alhamdulilllah yaa Rabb.. atas anugerah yang Kau berikan... Nikmat yang tiada ternilai, nikmat usia, kesehatan dan nikmat tertinggi NIKMAT IMAN DAN ISLAM.. Selamat menikmati hari penuh kesyukuran..  Selamat berkarya dan beraktivitas... Awali dengan Bismillah... berusaha maksimal... senantiasa istiqomah dalam segala hal... Jangan lupakan Doa... Akhiri selalu dengan Hamdallah.. Alhamdulillahirrabbil'aalamiin   

Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!

Hari ini ku ingin berbagi hikmah yg dinukil dari buku "Laa Tahzan", karya Dr. Aidh Al Qarni.. Semoga memotivasi kita untuk berbuat lebih baik lagi. Di manapun kelembutan itu berada, ia akan menghiasi tempat itu. Demikian halnya bila ia dicabut dari suatu tempat, ia akan mengotorinya. Kelembutan tutur kata, senyuman tulus di bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji saat bersua merupakan hiasan-hiasan yang selalu dikenakan oleh orang-orang mulia. Semua itu merupakan sifat seorang mukmin yang akan menjadikannya seperti seekor lebah; makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik. Dan bila hinggap pada setangkai bunga, ia tidak pernah merusaknya. Semua itu terjadi karena Allah menganugerahkan pada kelembutan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada kekerasan. Di antara manusia terdapat orang-orang "istimewa" yang membuat banyak kepala tunduk hormat menyambut kedatangannya, banyak massa berjubel ingin melihat mukanya, banyak hati bersimpati padanya dan ...